Balikpapan merupakan sebuah kota di Kalimantan
Timur, Indonesia. Balikpapan memiliki penduduk sebanyak 701.066 jiwa,
yang merupakan 22 % dari keseluruhan penduduk Kaltim. Balikpapan
merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia.

Maskot dari kota yang sering disebut Kota Minyak (
Banua Patra)
dan Bumi Manuntung ini adalah beruang madu, maskot Balikpapan yang
mulai di ambang kepunahan. Nama asli Balikpapan adalah Billipapan atau
Balikkappan (logat Banjar).
Asal usul nama Balikpapan
Menilik dari susunannya, kata “Balikpapan” dapat dimasukkan ke dalam
asal kata bahasa Melayu. Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724,
menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai yang berada di Teluk
sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama BILIPAPAN, dan nama
tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang
sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan.
Ada beberapa versi mengenai asal usul nama Balikpapan, antara lain:
- Versi Pertama ( Sumber : Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724 )
Menurut legenda, asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang
terjadi pada tahun 1739, sewaktu dibawah Pemerintahan Sultan Muhammad
Idris dari Kerajaan Kutai, yang memerintahkan kepada pemukim-pemukim di
sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna
pembangunan istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut ditentukan
berupa penyerahan sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah
rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di
Kutai lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama
dalam perjalanan) dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping
papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama
“Jenebora”. Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan (dalam
istilah bahasa Kutai “Baliklah – papan itu” atau papan yang kembali yang
tidak mau ikut disumbangkan).
- Versi Kedua ( Sumber : Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan )
Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut
Suku Pasir Kuleng, maka secara turun menurun telah dihikayatkan tentang
asal mula nama “Negeri Balikpapan”. Orang-orang suku Pasir Balik yang
bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan adalah berasal dari
keturunan kakek dan nenek yang bernama ” KAYUN KULENG dan PAPAN AYUN “.
Oleh keturunannya kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan itu
diberi nama “KULENG – PAPAN” atau artinya “BALIK – PAPAN” (Dalam bahasa
Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan) dan diperkirakan
nama negeri Balikpapan itu adalah sekitar tahun 1527.
Hari Jadi Kota Balikpapan
Hari jadi Kota Balikpapan ditentukan pada tanggal 10 Februari 1897.
Penetapan tanggal ini merupakan tanggal peristiwa pengeboran pertama
sumur minyak di Balikpapan dan merupakan hasil seminar sejarah Kota
Balikpapan tanggal 1 Desember 1984.
Budaya
Suku-suku yang ada di Balikpapan adalah:
- Suku Paser 8,77%
- Suku Kutai 10,43%
- Suku Bajar 12,19%
- Suku Bugis 14,44%
- Suku Jawa 29,76%
- Suku Minahasa 6,81%
- Suku Batak 3,21%
- Suku Gayo 1,08%
- Etnis China 16,76%
- Suku Gorontalo 0,06%
Bahasa
Sedikit berbagi informasi kepada para pembaca…bagi Anda yang pernah
berkunjung atau baru tinggal di Kota Balikpapan, pasti pernah
mendengarkan kata2 seperti : seke’, bote’, pale’, kompek dan msih banyak
lagi kata2 yang tidak lazim Anda dengar di kota lain. Jadi bagi Anda
yang belum mengetahui atau sekedar ingin tahu beberapa kata yanglazim
digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh warga Balikpapan, berikut
saya berikan beberapa arti kata tersebut.
| Angop |
mati |
| Angsul |
kembalian |
| Bangkong |
Bangun Siang |
| Begajulan |
Norak |
| Benggolan |
uang Receh |
| Bolot |
Bodoh |
| Bopeng |
muka rusak |
| Bote |
bohong |
| Bubuhan |
teman |
| Catuk |
ketok kepala |
| Culas |
Curang |
| Dostep |
penanda kepemilikan |
Gincu
Grewe
Growo |
Lipstick
Cantik
Ganteng |
| Gonggong |
bodoh |
| Harat |
pelit |
| haw-haw |
Bodoh |
| Karjo |
Karang Rejo |
| Kecele |
Tertipu |
| Kecelobok |
kesandung |
| Kestau |
kasih tau |
| Kijil |
ganjen |
| Kipungin |
cicipin/ ngambil |
| Koid |
mati |
| Kombong |
Kandang Ayam |
| Kompe’ |
tas plastik |
| Lanji |
Genit |
| Lele/Pale
Bule |
Penjual (laki-laki)
penjual (perempuan) |
| Lengo |
Bodoh |
| Lenyak |
lembek |
| Letoy |
lemas |
| Limbung |
Jatuh |
| Lindung |
tertutup |
| Mereng |
Miring |
| Muar |
munyak |
| Mucil |
Nakal |
| Muntung |
Mulut |
| Munyak |
sebel |
| Ndatau |
Tidak tahu |
| Ngolok |
Ngejek |
| Ngopol-ngopol |
NgeGas Motor |
| Ocol |
Lucu |
| Pujungan |
perilaku yang dibuat-buat |
| Sanggar |
pisang goreng |
| Seke’ |
Pelit |
| Sengget |
Alat untuk mengambil buah yang tinggi |
| Singkip |
kere |
| Tehambur |
Bubar |
| Tekeliwai |
Nda Sengaja Salah |
| Tekempal |
terlempar |
| Tepatak |
macet total |
| Tepecirit |
mencret yang tak disengaja |
| Tepelecok |
Keseleo |
| Tewa |
permainan petak umpet |
|
|
Inbuhan
Pang = Biasa di akhir kalimat, sebagai penegas kalimat
Kah = Diakhir kalimat, menunjukkan pertanyaan
Gin = Diakhir kalimat, menunjukkan ekspresi bujukan
Lah = Di akhir kalimat, menununjukkan ekspresi pasrah
Wisata
1. Pantai Kemala

Pantai Kemala tak hanya menjadi tempat wisata favorit warga setempat,
namun juga para pengunjung dari luar kota. Tempat wisata ini berada di
pusat kota, tepatnya di Jalan Jend. Sudirman, sehingga mudah untuk
diakses dari mana saja. Kesan pertama saat mengunjungi pantai ini adalah
suasananya yang mirip dengan Pantai Jimbaran di
Bali mulai dari pasir putih, ombak kecil sampai deretan pohon kelapa di sekitar pantai.
Selain bersantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenamnya,
Anda juga bisa melakukan berbagai kegiatan seperti flying fox, jetski
dan juga banana boat. Tak hanya suasananya yang mengingatkan dengan
Bali, di sini juga terdapat satu tempat makan yang dinamakan D’Jimbaran
Resto yang menawarkan kuliner khas nusantara dan
Eropa.
2. Pantai Melawai

Pantai Melawai berada tidak jauh dari Pantai Kemala. Meskipun lokasi kedua
tempat wisata
ini tidak jauh namun suasana yang ditawarkan cukup jauh berbeda. Jika
Pantai Kemala terkesan mewah dengan hidangan ala Eropanya, di pantai ini
Anda bisa
menikmati kuliner
dengan harga yang lebih terjangkau. Ada banyak penjual makanan di
sekitar pantai, menu yang ditawarkan beragam mulai dari bakso, pecel
lele, es kelapa dan masih banyak lagi.
Waktu yang tepat untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di
Balikpapan ini adalah saat sore hari menjelang malam. Pada saat itu,
penjual makanan sudah ramai menggelar dagangannya. Anda bisa menikmati
pemandangan matahari terbenam sambil bersantai menikmati makanan Anda
dengan duduk lesehan di atas tikar yang telah disiapkan.
3. Pantai Lamaru

Pantai berikutnya yang juga menjadi tempat wisata favorit adalah
Pantai Lamaru. Pantai ini berada di Desa Teritip, sekitar 14 km dari
pusat kota atau bisa ditempuh dalam 30 menit perjalanan. Pasir pantai
yang halus dan air yang jernih sangat cocok digunakan untuk bersantai
atau berjemur. Selain berenang dan bermain air, Anda bisa bermain flying
fox dan banana boat. Anda juga bisa berkeliling pantai dengan
menggunakan andong atau
menunggang kuda. Seru, ya?
Fasilitas di tempat wisata ini tergolong cukup lengkap, mulai dari
tempat parkir yang luas, kamar ganti, toilet, mushola sampai tempat
makan. Selain itu, Anda juga bisa menyewa tikar dan ban renang dengan
harga 10.000 Rupiah saja. Pantai Lamaru buka mulai pukul 07:00 sampai
18:00 dan tiket masuk yang dikenakan adalah 10.000 Rupiah tiap orang.
4. Penangkaran Buaya Teritip

Tak jauh dengan Pantai Lamaru, Anda bisa mengunjungi Penangkaran
Buaya Teritip. Penangkaran buaya dengan luas 5 hektar ini menjadi salah
satu tempat wisata di Balikpapan yang banyak dikunjungi. Selain ada
lebih dari 1.500 ekor buaya, di sini juga ada kandang ular dan monyet.
Ada pula gajah
Lampung yang bisa dinaiki untuk berkeliling kawasan penangkaran buaya ini.
Anda penikmat kuliner ekstrim? Coba datang pada saat akhir pekan atau
hari libur nasional karena Anda bisa mencicipi sate buaya. Jika tidak
bisa datang pada akhir pekan dan mencicipi daging buaya, Anda masih bisa
membeli suvenir yang terbuat dari kulit buaya seperti dompet dan ikat
pinggang. Penangkaran Buaya Teritip buka setiap hari mulai pukul 08:00
sampai 17:00 dengan biaya masuk sebesar 10.000 Rupiah tiap orang.
5. Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai
Kartanegara. Tempat wisata ini merupakan hutan hujan tropis yang masih
alami. Fasilitas di sini sudah lengkap mulai dari kolam renang, restoran
sampai dengan cottage bergaya rumah panggung yang bisa digunakan untuk
menginap. Disebut Bukit Bangkirai karena memang terdapat banyak pohon
bangkirai di sini, bahkan ada pohon bangkirai yang berusia 150 tahun
dengan tinggi mencapai 50 meter dan diameter batangnya 2.3 meter.
Yang menarik dari tempat wisata di Balikpapan ini adalah adanya
canopy bridge yang menghubuungkan lima pohon bangkirai. Jembatan ini
terbuat dari kabel dengan dasar papan dan dinding berjala. Jembatan
dengan panjang 64 meter dan tinggi 30 meter merupakan jembatan kanopi
pertama di
Indonesia.
Untuk bisa menaikinya, Anda perlu membayar 15.000 Rupiah untuk
wisatawan domestik dan 30.000 Rupiah untuk wisatawan mancanegara. Tapi
ingat, Anda dilarang menaiki jembatan jika angin bertiup sampai dengan
kecepatan 30 km per jam demi alasan keselamatan.
6. Hutan Wanawisata

Hutan Wanawisata adalah salah satu kawasan hutan lindung dengan
banyak pepohonan khas Kalimantan. Tempat wisata ini cocok digunakan
sebagai lokasi piknik bersama keluarga. Bawalah tikar Anda dan nikmati
kesejukan piknik di dalam hutan. Jangan lupa untuk membawa bekal karena
tidak ada penjual makanan di kawasan ini.
Selain piknik, Anda juga bisa jogging dan trekking menjelajah hutan.
Jika membawa anak kecil, ada permainan anak seperti perosotan dan
ayunan.
Tempat wisata di Balikpapan
ini memang tepat untuk rekreasi keluarga. Hutan Wanawisata bisa
ditempuh dalam waktu 15 menit dari pusat kota Balikpapan. Jam buka
tempat wisata ini adalah 08:00 – 17:00 dengan biaya tiket masuk sebesar
1.000 Rupiah per orang.
7. Kampung Atas Air Margasari

Tempat wisata selanjutnya adalah Kampung Atas Air Margasari. Di sini,
Anda bisa merasakan Venice ala kota Balikpapan. Seluruh rumah terbuat
dari kayu dan berada di atas air, transportasi yang digunakan adalah
perahu motor. Perkampungan ini dibangun pada tahun 2000 dan menjadi
salah satu tempat wisata di Balikpapan yang dibanggakan pemerintah kota
karena dianggap sukses membangun sebuah kampung wisata.
Di sini, Anda bisa bersantai di gazebo yang disediakan sambil
berinteraksi dengan warga setempat. Atau jika Anda suka memancing,
bawalah alat pancing Anda dan silakan memancing dari atas jembatan kayu
ulin. Tertarik untuk datang ke kampung di atas air ini?
8. Taman Bekapai

Ini dia landmark kebanggaan warga Balikpapan. Sebagai kota yang kaya
dengan kandungan minyak buminya, Balikpapan butuh sebuah monumen untuk
menunjukkan rasa bangganya. Maka dibangunlah Taman Bekapai di pusat
kota.
Taman Bekapai memiliki sebuah patung atau monumen perunggu yang
berbentuk abstrak dan dapat keluar air mancur dari dalamnya. Air mancur
ini dengan bantuan pencahayaan yang tepat akan terlihat menyerupai
semburan minyak bumi. Pemandangan ini terlihat semakin indah pada saat
malam hari. Selain air mancur yang unik, di taman ini juga terdapat
bangku-bangku untuk beristirahat dengan pepohonan rindang untuk
berteduh. Tempat wisata di Balikpapan ini menjadi salah satu lokasi
wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan luar kota.
9. Pasar Klandasan

Pasar Klandasan merupakan pasar dengan pemandangan yang indah di Balikpapan. Pasar tradisional ini berada dekat dengan
pantai,
sehingga selain menjadi tempat jual beli, pasar ini juga bisa disebut
sebagai tempat wisata. Coba saja Anda keluar ke bagian belakang pasar,
akan terlihat pemandangan laut yang menakjubkan.
Pasar ini menjual berbagai kebutuhan rumah tangga mulai dari makanan,
ikan segar, buah, sayur, pakaian sampai sandal. Harga barang yang
dijual lebih terjangkau dan Anda juga masih bisa menawar harga di sini.
10. Pasar Inpres Kebun Sayur

Sudah bersiap pulang dari Balikpapan? Tunggu dulu. Anda perlu membawa
oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman. Datang saja ke Pasar Inpres
Kebun Sayur yang hanya berjarak satu jam perjalanan dari bandara. Pasar
ini menjual berbagai macam suvenir khas Kalimantan mulai dari gantungan
kunci,
miniatur rumah adat Dayak, gelang, kalung sampai mandau.
Bagi Anda yang gemar mengoleksi batuan permata, pasar ini akan
menjadi tempat yang cocok untuk dikunjungi. Aneka macam batu dijual di
sini, mulai dari batu akik, safir, delima, berlian dan masih banyak
lagi. Pasar ini hanya terdiri dari satu lantai, sehingga tidak membuat
Anda lelah naik turun tangga.
Makanan
1.Aneka Olahan Kepiting Kepiting Lada Hitam

Sudah menjadi rahasia umum jika Balikpapan merupakan salah satu
daerah penghasil kepiting bakau (Scylla serrata) terbaik di Indonesia.
Berbagai aneka olahan kepiting bakau (atau biasa disebut kepiting Soka)
yang lezat bisa anda dapatkan dibeberapa restoran yang ada di Jalan
Marsma Iswahyudi Gunung Bakaran (tak jauh dari Bandara Sepinggan). Menu
kepiting lada hitam, kepiting saos special, kepiting saus tiram,
kepiting tauco, hingga kepiting goreng mentega ada disini. Namun dari
sekian banyak menu, kepiting lada hitam dan kepiting saos special
menjadi yang terdepan. Kepiting Soka yang gemuk dan banyak dagingnya
memang akan semakin nikmat dengan bumbu saus dan lada hitam yang pedas.
Untuk dijadikan oleh-oleh, makanan ini juga sudah dikemas sedemikian
rupa sehingga tidak mengurangi cita rasanya, aman, dan trendy sehingga
tak perlu malu walau harus menentengnya. Sampai dirumah anda tinggal
memanaskannya di microwave dan siap dihidangkan. Olahan lain yang lebih
awet dan tahan dalam jangka waktu yang lebih lama yakni berupa abon
kepiting yang banyak dijual dibeberapa minimarket ataupun toko-toko
penjual oleh-oleh khas Balikpapan. Sedikitnya ada 2 farian abon kepiting
yang dijual di pasaran, yakni original dan rasa bumbu.
2.Bingka

Bingka merupakan salah satu kuliner khas Balikpapan. Makanan berbahan
dasar kentang ini meskipun tidak tahan lama, namun bisa dijadikan
oleh-oleh yang tak kalah mengesankan. Padu padan kentang, telor,
mentega, gula, susu, dan santan akan menciptakan citarasa yang gurih,
manis dan lezat. Dewasa ini bingka sudah memiliki berbagai farian
seperti bingka kentang kombinasi pisang, keju, gula merah, bahkan bingka
dari labu merahpun ada. Anda bisa membeli bingka kentang ini di dekat
pelabuhan Semayang ataupun di Stal Kuda. Kedua tempat ini konon
merupakan pembuat bingka paling enak di Balikpapan.
3.Amplang

Amplang merupakan makanan ringan semacam kerupuk. Bahan utamanya
terdiri dari tepung, telor, beragam bumbu rempah, dan daging ikan pipih
(atau sering disebut belida). Ikan pipih sendiri merupakan salah satu
jenis ikan air tawar yang dulu banyak terdapat diperairan Kalimantan.
Namun keberadaan ikan ini sudah jarang kita temui hingga dewasa ini,
pembuat amplang menggantinya dengan daging ikan tengiri. Sekarang Ikan
pipih atau belida sendiri hanya dipakai sebagai merk saja. Campuran dari
beragam bumbu rempah, tepung, telor dan daging ikan membuat camilan ini
terasa gurih dan kriuk. Bentuknya bermacam-macam, ada yang bulat
memanjang seperti jari, ada juga yang menyerupai kuku macan. Semua sama
gurihnya. Pembuatan amplang sendiri selain di Balikpapan juga banyak
terdapat di Samarinda. Anda bisa mendapatkan amplang yang gurih ini
dibeberapa toko penjual oleh-oleh khas Balikpapan yang banyak terdapat
di sepanjang jalan A. Yani Balikpapan.
4.Bakpia

Selama ini kita pasti hanya mengenal Bakpia atau pia sebagai makanan
khas Jogja atau yang sering kita dengar dengan sebutan bakpia pathuk.
Tapi jangan salah, Balikpapan juga memiliki bakpia lho. Berbeda dengan
bakpia pathuk yang kecil-kecil, bakpia Balikpapan memiliki ukuran yang
lebih besar. Kuliner yang terbuat dari kacang hijau dan gula yang
dibungkus dengan tepung dan dipanggang ini memang cocok untuk dijadikan
buah tangan. Bakpia Balikpapan memiliki tekstur yang renyah bak biskuit.
Tekstur ini pulalah yang membedakan bakpia Balikpapan dengan bakpia
dari daerah lain. Sekali gigit, maka akan terhamburlah rasa gurih dan
asin dilidah anda yang akan disambung dengan rasa manis dari kacang
hijau atau coklat sebagai isinya. Bakpia di Balikpapan berisi kacang
hijau, coklat, dan keju. Anda bisa memperolehnya di sebuah depot yang
sangat terkenal di Jalan A. Yani Balikpapan. Anda bisa menikmati bakpia
yang hangat dan lezat disana.
5.Mantau

Mantau atau roti span memang merupakan kuliner khas etnis tionghoa
yang banyak terdapat dibeberapa daerah di Indonesia. Namun berkat
kulturasi yang terjadi di Balikpapan memunculkan kuliner berupa mantau
yang unik dan khas serta berbeda dari daerah lain. Roti kukus sebesar
kepalan tangan yang biasanya disajikan setelah digoreng ini, di
Balikpapan disajikan bersama daging rusa yang diolah dengan bumbu lada
hitam (rusa lada hitam). Ini yang membuat mantau Balikpapan menjadi khas
dan berbeda. Daging rusa yang bertekstur sedikit lembut dan agak manis
ini akan semakin lezat dengan padu padan lada hitam yang pedas. Taburan
kacang mete sangrai yang gurih seolah semakin menambah kelezatan kuliner
ini. Namun dewasa ini daging rusa sudah sulit didapatkan (karena rusa
menjadi salah satu hewan yang dilindungi), sehingga banyak digantikan
dengan daging sapi atau ayam. Jika anda penasaran dan ingin mencicipi
kelezatan mantau dengan sapi lada hitam atau ayam lada hitam, cobalah
anda datang kesebuah depot di Simpang Kilat Jalan Letjen Suprapto
Balikpapan.
Ciri Khas
Usia Kota Balikpapan tahun 2016 ini telah menginjak 119 tahun. Namun,
di usia yang tidak muda lagi, kota yang terkenal dengan motto Beriman
ini punya ikon beruang madu sebagai ciri khas kota.
Misalnya seperti Kota Makassar dengan Pantai Losari, Manado dengan
Tugu Sam Ratulangi, Jakarta dengan Monas (lihat boks). Padahal, ikon
kota sangat penting sebagai ciri khas daerah. Bahkan, bisa berfungsi
sebagai ruang publik, sarana hiburan serta mampu menambah pendapatan
asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.